apakah kita terlalu religius ? (Bagian 1)

Tanpa membuka kamus atau buku-buku bacaan wajib (atau bahkan mbah google) saya mencoba untuk mendefinisikan apakah kehidupan kita terlalu religius atau memaksakan religius.

Agama mengajarkan kita suatu keterikatan batiniyah dan  juga fisik secara legalitas formal. Simbol-simbol agama kadang dijadikan sebagai lambang religiositas seseorang. Padahal ? Bak tong kosong saja. Tiada air penyejuk dahaga di dalamnya. Kosong.

Meskipun, tidak benar juga menyatakan bahwa simbol-simbol tersebut terlepas dari religiositas, ada semacam keterikatan bersyarat yang terjalin di sana.

Semua orang punya sisi religius, tapi apakah itu secara keseluruhan (yang ditunjukan dengan perilaku yang baik) atau hanya sebagian saja, pada kasus-kasus atau waktu-waktu tertentu.

Iklan

Satu pemikiran pada “apakah kita terlalu religius ? (Bagian 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s