Sentilan, bersama-sama

Belajar tentang konsep kenegaraan Indonesia yang berasaskan Pancasila yang di gali dari nilai-nilai budaya lokal Indonesia sendiri nampaknya akan menggiring kita kedalam jurang sosialisme-komunisme jika tidak memahami betul nilai-nilai budaya tersebut secara utuh. Tidak aneh, jika ada sebagian dari para pendiri bangsa ini yang kemudian melalui penafsirannya sendiri kemudian menggunakan konsepsi tersebut (sosialis-komunis) untuk mencapai cita-cita luhur yang sebenarnya kita semua idam-idamkan.

Untung saja kita tidak menjadi negara komunis secara kaffah dan mungkin sekarang tanpa sadar tengah bergerak menuju negara kapitalis tulen. Andai saja waktu itu kita menjadi negara komunis tulen, mungkin saja bersama dengan Uni Soviet dan Jerman Timur serta konco-konconnya kita pun mendapati diri dalam keruntuhan dan harus menjilati ludah sendiri. Atau mungkin menjadi semisal China, yang secara tidak sadar merobohkan sendiri tembok raksasa kekomunisannya dengan mengadopsi ekonomi pasar (yang merupakan konsep liberalisme). Atau seperti Korea Utara, ah menurut kondisi geografis pasti Indonesia tidak akan bisa seperti Korea Utara itu.

Satu hal yang perlu di garis bawahi dari konsep negara Indonesia seperti yang pernah tersurat dalam ide ekasila Bung Karno, gotong-royong, kebersamaan yang kemudian (mungkin memang terpengaruh sosialisme) menjadi sulit dibedakan dengan Sosialisme, dan kemudian menjadi terlalu ekstrim yakni Komunisme .

Walaupun gotong-royong memang patut diakui kebenarannya. Tapi, tidak semua yang dilakukan manusia dilakukan secara bersama-sama. Banyak hal yang perlu ruang pribadi, sehingga manusia bisa berekspresi dan menuju evolusi-evolusi selanjutnya dalam peradabannya.

Iklan

2 pemikiran pada “Sentilan, bersama-sama

  1. Saya kira sosialisme memang semangat asli kita sebagai bangsa. Memasuki dunia kapitalisme membuat kita terseret-seret. Namun sosialisme kita bukanlah sosialisme ekstrem seperti di Uni Soviet atau Cina. Saya sangat takzim pada para bapak bangsa yang telah dengan cerdas menangkap spirit budaya kita dan memasukkannya dalam dasar negara dan konstitusi kita. Saya harap kita tidak akan pernah lupa dan meninggalkan sepenuhnya semangat sosialisme dalam konstitusi kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s