Rethink Regenerasi di Kampus

Awal semester ganjil 2015 menjadi babak baru bagi kampus kita dengan bertambahnya jumlah mahasiswa sebanyak 7000an orang yang berasal dari hampir seluruh pelosok tanah air. Sebagai bagian dari generasi muda bangsa Indonesia, tentu kita para mahasiswa diharapkan menjadi calon-calon penerus bangsa yang unggul di masa depan nantinya.

Untuk mempersiapkan calon penerus bangsa yang unggul, tentu prestasi akademik tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus ditunjang dengan softskill. Utamanya kemampuan leadership. Leadership dapat diasah dengan keikut sertaan mahasiswa dalam kegiatan non akademik kampus seperti unit kegiatan mahasiswa (ukm), organisasi kerohanian, dan masih banyak lagi.

Terdapat banyak pilihan ukm di Telkom University, mulai dari ukm yang bergelut dibidang olahraga seperti ukm Basket, Voli , Sepak Bola dan seterusnya hingga ukm dalam bidang jurnalistik, seperti mahasiswa jurnalistik (Masjur) dan Aksara. Banyaknya pilihan ukm memberikan mahasiswa kebebasan untuk menyalurkan minat, bakat, dan (mungkin) ambisinya masing-masing. Setiap  ukm yang ada di kampus ini memiliki budayanya sendiri-sendiri dengan beragam kegiatan di dalamnya.  Seringkali  mereka mengadakan pelatihan, seminar, lomba, bakti sosial dan acara-acara kepanitian lainya.

Setiap organisasi modern tentunya butuh regenerasi, termasuk juga ukm yang berada di lingkungan kampus. Regenerasi bisa berfungsi sebagai upaya untuk mempertahankan keberlangsungan ukm dengan mengadakan reorganisasi atau pergantian kepengurusan dan juga perekrutan anggota baru. Karena secara alamiyah, pengurus yang lama harus angkat kaki dari ukm. Mereka harus segera berkontribusi di dunia yang sesungguhnya.

Tidak mudah memang mengadakan reorganisasi, bisa saja timbul intrik-intrik dalam prosesnya, namun itu adalah kenyataan yang memang mau tidak mau harus diselesaikan. Reorganisasi harusnya benar-benar ditujukan untuk mencari calon-calon pemimpin baru yang dapat membawa ukm menjadi lebih baik lagi. Sejauh ini, menurut pengamatan penulis dari beberapa organisasi mahasiswa atau ukm yang ada di kampus, proses peralihan kepengurusan berjalan dengan lancar-lancar saja.

Namun, kepengurusan saat ini masih sangat dibayang-bayangi dengan senioritas. Apalagi jika dalam ukm tertentu proses penempatan pos-pos jabatan di organisasi tidak jelas atas pertimbangan apa. Kapasitas dan kapabilitas sebenarnya harus menjadi pertimbangan inti dari seseorang untuk menempati posisi tertentu, bukan seberapa dekat dia dengan para senior.

Senior juga harus rela untuk tidak ikut campur terlalu dalam terhadap proses peralihan kepengurusan ini lebih-lebih dalam kepengurusan periode selanjutnya. Bagaimanapun pengurus ukm haruslah dilihat secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena tidak seharusnya ada one men show lagi, melainkan secara bersama-sama pengurus harus saling bahu-membahu berbuat yang terbaik bagi ukm baik sebagai anggota biasa atau sebagai pengurus.

Perekrutan anggota baru juga menjadi ajang yang ditunggu-tunggu baik oleh pengurus maupun para mahasiswa yang ingin menjadi anggotanya. Pengenalan awal terhadap suatu ukm menjadi sangat penting dalam hal ini, seperti ukm fair di masa orientasi mahasiswa baru.

Pada pengenalan awal ini, mahasiswa baru masih belum punya cukup informasi terhadap ukm-ukm yang ada  yang ada di kampus. Rekrutasi biasanya diadakan di semester awal seperti sekarang ini atau tergantung ukmnya. Mahasiswa baru dalam tahapan ini sudah mendapatkan sedikit banyak informasi dari sebelumnya dan bahkan mungkin telah menunggu-nunggu kapan ukm tertentu membuka pendaftaran anggota baru selama masa-masa awal tahun ajaran baru.

Ada fenomena yang menarik bagi penulis bahwa dihampir setiap ukm atau organisasi mahasiswa selalu saja ada tes wawancara atau interviewnya dalam menjaring anggota baru. Padahal, wawancara saja tidak dapat memberikan gambaran sebenarnya potensi sesorang itu. Lagi pula, pihak yang mewawancarai juga bukanlah seorang psikolog atau manajer sdm perusahan yang sudah professional dalam menilai seseorang.

Lebih dari itu, seharusnya dibukalah kesempatan yang sebesar-besarnya untuk siapa saja agar organisasi atau ukm menjadi lebih banyak anggotanya. Karena sepanjang perjalanan nanti akan terjadi seleksi alamiyah yang biasanya memunculkan anggota aktif dan anggota yang pasif atau bahkan ‘mengeluarkan dirinya sendiri’. Toh ukm juga sebenarnya merupakan wadah pembelajaran bagi mahasiswa yang minim pengalaman.

Iklan

2 pemikiran pada “Rethink Regenerasi di Kampus

  1. UKM buat saya bukan hanya sekedar wadah untuk meningkatatkan kopetensi dalam bidang non-akademik juga sebagai ajang untuk memperbanyak teman….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s