Cost Accounting, Memaksimalkan Keuntungan

Akuntansi itu sebenarnya diciptakan karena adanya keterbatasan manusia, gampang lupa. Bahkan mungkin transaksi yang baru beberapa detik dilakukan bisa saja langsung terlupakan oleh kita, manusia.

Makanya akuntansi hadir sebagai metode pencatatan segala jenis transaksi keuangan perusahaan. Berasal dari mana uang yang digunakan, kemana saja perginya, dan apa saja yang didapatkan dengan uang tersebut.

Sebenarnya jika berbicara soal akuntansi saja tentu yang terjadi adalah membicarakan sejarah. Data-data historis tentang pendapatan dan beban, untung/rugi, aset dan hutang. Sedangkan cost accounting lebih dari sekadar itu.

Cost accounting harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sangat krusial bagi sebuah bisnis. Apakah beban-beban yang muncul dilaporan tersebut sebenarnya perlu atau tidak, apa pengaruhnya dan seterusnya sebagai bagian dari upaya pengelolaan perusahan.

Biaya merupakan representasi dari pengorbanan sumberdaya yang telah dilakukan dalam menghasilkan sesuatu, istilah akuntansinya harga pokok produksi. Keuntungan didapat dari margin antara harga pokok dan harga jual, jika ingin tetap untung maka harga pokok harus lebih rendah dari harga jual.

Jika ada yang berpikiran bahwa menaikkan harga adalah solusi terbaik maka ia harusnya melihat kondisi perusahaan yang sifatnya monopolis. Seperti Pertamina dan PLN, bahkan mereka saja  agak kesulitan dalam menaikkan harga, protes bisa datang dari mana-mana.

Apalagi jika bisnis biasa dengan pesaing yang bwanyak, bisa-bisa besoknya perusahaan langsung gulung tikar. Sehingga, pilihan yang dihadapi perusahaan adalah menekan harga pokok, semaksimal mungkin.

Agar harga pokok dapat ditekan maka harus dilakukan pengontrolan sejak proses perancangan anggaran dan tentu saja memaksimalkan penggunaan sumberdaya yang ada. Anggaran harus jelas dan tidak berlebihan, harus berisi biaya-biaya minimum yang akan dikeluarkan. Pada akhirnya, konsistensi dalam upaya penerapan strategi-strategi yang telah dirancang seharusnya dipegang erat-erat.

Segala sumberdaya yang ada juga harus digunakan semaksimal mungkin. Selain output yang rendah, sumberdaya yang tidak digunakan secara maksimal juga hanya akan menambah biaya.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Cost Accounting, Memaksimalkan Keuntungan

  1. Ping balik: Bisnis, Bukan Sekadar Efisiensi – bukua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s