Cara Mengkritik dengan Jahat dan Salah

Sebenarnya saya ingin sekali menuliskan cara mengkritik dengan baik dan benar tapi menurut pengalaman, kritikan yang sering saya saksikan dan alami atau bahkan lakukan ya kritikan yang jahat dan salah, ahahaha. Saya masih bingung mana yang duluan hidup di Indonesia, anti kritik atau kritik yang jahat dan salah karna kedua-dua hal ini menjadi amat sangat erat dengan media cetak maupun elektronik. Sepertinya sudah sejak jaman Belanda pembredelan-pembredelan atau penangkapan para pengkritik rezim terjadi di negri ini, bahkan hingga saat ini.

Kritikan sebenarnya salah satu bumbu yang mewarnai kehidupan dunia ini. Alangkah gersangnya dunia tanpa kritisisme. Kita memberikan kritikan agar terjadi perbaikan atas sesuatu, film misalnya, maka munculah profesi kritikus film.  Di dunia akademis kritikan amat sangat diperlukan sebagai bahan diskusi lanjutan yang menarik mengenai suatu topik kajian ilmiah.

Cara mengkritik yang goblok ini adalah cara yang sangat mudah, seranglah orangnya bukan ide atau gagasannya. Ketika kritikan dilakukan seperti itu maka kritikan yang terjadi akan masuk ke wilayah personal yang sangat-sangat sensitif dan sebenarnya tidak ada sangkut-pautnya dengan ide atau gagasannya. Hal ini akan jauh lebih mudah bagi pengkritik karna seluruh manusia di dunia ini pasti punya kekurangan yang bisa dieksploitasi, sasaran yang empuk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s