Kunci Umur Panjang dan Hidup Bahagia Menurut Penelitian

Video ini merupakan satu dari sekian banyak topik sangat menarik di Ted, beliau yang menjadi pembicara adalah Robert Waldinger direktur Harvard Study of Adult Development. Studi yang dilakukan lembaga tersebut merupakan salah satu studi terpanjang dan paling komprehensif yang pernah dilakukan dalam bidang psikologi tentang perkembangan manusia dewasa.

Studi tersebut telah dilakukan sejak tahun 1938 dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Objek penelitian yang digunakan mencakup dua grup yaitu 268 mahasiswa tingkat dua di Harvard dan 456 remaja dari pinggiran kota Boston. Mereka disurvei setiap dua tahun sekali mengenai kesehatan mentalnya, setiap lima tahun sekali juga dicek kesehatan fisiknya secara menyeluruh. Selain itu, mereka juga diwawancara tatap muka setiap lima belas tahun sekali dan juga dikumpulkan data  historis mereka selama empat generasi.

Fokus utama studi tersebut adalah untuk mengetahui,

(1) adaptation to stress, mental health, and defense mechanisms; (2) the effects of habits (especially alcoholism) and affective disorders upon physical health and mortality; (3) the effect of childhood risk factors upon adult adaptation; (4) the unfolding of adult development; and (5) the natural history of alcohol and substance abuse.

Telah ada beberapa terbitan tentang hasil penelitian ini, yang terbaru adalah buku berjudul  Triumphs of Experience yang ditulis oleh George E. Vaillant, mantan direktur studi tersebut. Setelah membaca sinopsis buku ini di amazon ternyata banyak fakta menarik lain seperti fakta bahwa kecanduan minuman keras menjadi penyebab utama perceraian, depresi dll mungkin membaca buku ini akan jauh lebih menarik lagi, bagi yang tertarik.

Reporting on all aspects of male life, including relationships, politics and religion, coping strategies, and alcohol use (its abuse being by far the greatest disruptor of health and happiness for the study’s subjects), Triumphs of Experience shares a number of surprising findings. For example, the people who do well in old age did not necessarily do so well in midlife, and vice versa. While the study confirms that recovery from a lousy childhood is possible, memories of a happy childhood are a lifelong source of strength. Marriages bring much more contentment after age 70, and physical aging after 80 is determined less by heredity than by habits formed prior to age 50. The credit for growing old with grace and vitality, it seems, goes more to ourselves than to our stellar genetic makeup.

Dari video ini pembicara mengungkapkan ada tiga faktor yaitu hubungan dekat yang warm dengan orang lain (keluarga, pasangan, teman dst), kualitas (bukan kuantitas) hubungan tersebut, dan kestabilan hubungan (sedikit konflik, tanpa perceraian dst) yang menjadi kunci hidup yang sehat dan umur panjang.

Iklan

3 pemikiran pada “Kunci Umur Panjang dan Hidup Bahagia Menurut Penelitian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s