Blokir, Antara Dunia Nyata dan Dunia Maya

Saya belum tahu bagaimana sejarahnya munculnya fungsi blokir dalam dunia maya apalagi dalam website atau kemudian aplikasi sosial media. Fungsi yang satu ini memang cukup menarik untuk dibahas. Sebagai pengguna aktif sosial media saya bahkan sering menggunakan fungsi yang satu ini, ya bahkan saya tidak luput juga dari yang namanya diblokir.

Sampai kemudian suatu pagi di kampus, teman kelas melontarkan sindiran yang membuat saya berpikir lagi tentang satu dari sekian hobby kurang produktif saya ini. Sang korban dan beberapa teman lainnya memang telah masuk ke list blokir di facebook saya, sebagian lagi kena jurus unfriend. Saya bisa membaca dengan jelas betapa mereka merasa tidak senang dan kemudian mungkin merubah cara mereka memandang saya di kehidupan nyata. Saat itu saya sedikit merasa tidak enak dan pada akhirnya berpikir lagi tentang dua dunia itu, dunia nyata dan dunia maya.

Memblokir dalam dunia nyata atau kehidupan sehari-hari sebenarnya merupakan hal yang agak berat. Jika kita tidak menyukai seseorang maka kita tidak bisa dengan begitu saja menghilangkan mereka dari kehidupan kita sehari-hari. Kita masih dapat berpapasan dengan mereka di jalan atau di tempat-tempat lainnya, karena sebagian besar yang bermasalah dengan kita adalah orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita atau malah orang dekat.

Bentuk-bentuk pemblokiran memang secara sederhana hadir dalam kehidupan di dunia nyata dan hal inilah yang menurut saya hanya bertransformasi kedalam dunia maya. Saya tentu tidak sedang menyalahkan dunia maya, karena ini sebenarnya hanyalah cara baru manusia abad ini berkomunikasi dengan satu dan lainnya.

Namun, blokir dalam dunia maya tentu saja berbeda dengan yang terjadi di dunia nyata. Kita bisa membuat seseorang hilang dengan seketika dari kehidupan sosial media kita dan tentu saja membuat orang tersebut tidak bisa lagi melihat aktifitas kita. Sesuatu yang kalau memang bisa dilakukan dengan mudah di dunia nyata akan sangat sering kita lakukan, mungkin.

Transformasi yang terjadi tersebut tentu saja membawa efek yang nyata, aktifitas kita di dunia maya pada akhirnya akan memberikan efek langsung terhadap kehidupan di dunia nyata, tapi mungkin suatu saat nanti tidak akan ada lagi dikotomi antara kedua dunia ini, entah.

Pertemanan di dunia maya memang merupakan bentuk pertemanan yang baru. Kita bisa merasa dekat dengan seseorang yang belum pernah bertemu secara langsung di dunia nyata yang tinggal beribu-ribu kilometer jauhnya dari tempat kita beraktifitas. Kita bisa terkoneksi dengan orang yang memiliki persamaan spesifik tertentu dengan kita atau juga dengan orang yang benar-benar berbeda.

Iklan

2 pemikiran pada “Blokir, Antara Dunia Nyata dan Dunia Maya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s