penggiling

hampir saja hangus di aplikasi laknat itu. semenjak aku membukanya, entah sudah berapa yang aku tertawakan. lalu semua menjadi gelap. siapa yang harus menjadi apa di mana.

salam pembukanya adalah, senang. senang yang apa bila berakhir juga tidak senang. melelahkan, tidak berguna, tidak seperti sebutanya.

bagi ku bukan sebuah dosa kembali dan kembali lagi. bukankah dunia butuh sekadar senang itu. maksud ku, senang yang lain, looking around, just looking around and guess what you can bring home.

pikir ku semakin banyak pilihan semakin banyak cobaan, coba semua ? ah, mana kena ku sebut dia target, gampang bukan, bukan. setiap yang tumpah harus meneteskan sisa dan sisa menjadi noda, besok lusa.

diam pun kau tak akan didiamkan, kau mau maka jadilah, awas dikejar. yang sedikit itu menjadi tahu sama tahu tanpa tempe. maka bekas mu adalah bekas ku dan kita pun saling membekas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s