mabok

aku mabok kamu akan kecupan di leher ku karena daging dan gigi mu menjadi pertanda sepanjang hari ku. pada kasur dan cermin kamar yang bingung kenapa kita membunuh lampu seteganya. kita berdua telah menjadi misteri di malam gelap itu.

aku mabok pada apa yang kita kunyah sore hari itu, persilatan jari-jari diatas huruf-huruf, bertemu. apakah alam telah mendengungkan harap, sehingga kedua nestapa berjumpa jua. kau menuliskan senyum, aku membalasnya dengan lidah terjulur, senyum mu memalingkan jari-jari ku.

mabok itu dusta, ia telah mengambil sebagian kita dan melemparkanya di peraduan. menghalang-halangi sebagian memori dan membisiki kita, lupakan sejenak. mabok itu bencana, bencana itu luka, luka itu kau tangisi, tangisan itu sesal, sesal itu pertanda kau ingat, ingat mabok.

perpisahan malam itu menandakan bingung, apa yang telah mabok lakukan pada kita. mabok kurang ajar sekali telah menelan kita malam itu, kita mengorbankan mabok.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s