Bingung

melalui sepenggal judul diatas aku sedang meremas-remas jantung hatiku, kepada siapa sebenarnya engkau jatuh. cinta tanpa obyek adalah sebait tanda tanya, maksudku kok bisa.

kadang, senyum tergores dibibir ini, iya sekadar tergores saja. senyum itu tidak meminta tuan, karena ia tidak menunduk sembah tapi merekah. jelmaan gejolak riang dan gembira yang sama, yang menjadi sebab pujangga bersyair ria.

mencoba berdamai dengan perasaan sendiri adalah perang. tetapi kau akan kalah dan menang sekaligus. bukankah luka bersama bahagia itu nikmat.

aku tidak sedang ingin menjelaskan cinta, siapa yang peduli. karena pada akhirnya, yang kita ketahui adalah yang kita rasakan, bukan penjelasanya. atau mungkin kalian punya jawabanya, silahkan.

kebingunganku kemudian berbisik, ingatlah kepada hembusan udara setelah segerombolan hujan menjadi genangan. pada hembusan subuh yang belum menjadi embun. pada percikan yang mengecup wajahmu, yang jatuh bersama air di tebing-tebing hijau. betapa asyiknya.

 

Iklan

6 pemikiran pada “Bingung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s