Contrarian

Contrarian (pelawan) adalah orang-orang yang biasanya disebut berperilaku anti-maintream. Seorang contrarian sejati akan cenderung berpikir atau bertindak yang tidak sejalan dengan mayoritas orang disekitarnya, melawan.

Sifat ini sendiri memiliki beberapa varian, mulai dari yang sekadar tidak senang dengan aturan, pendobrak aturan, hingga pemikir idealis yang memiliki pemikiran berbeda tentang kehidupan. Perlawanan yang mereka lakukan sering kali bahkan sekadar ingin berbeda dengan kalangan mayoritas saja. Terdengar aneh memang, tapi sebagai seorang contrarian saya sendiri mengakui hal ini benar adanya.

Jika ditelisik lagi, sejak kecil saya memang selalu melawan. Saya cenderung untuk tidak setuju dengan mama atau papa. Sampai saat ini juga rasanya setiap kali di rumah saya pasti berdebat dengan mereka. Mulai dari masalah poltik hingga urusan gaya rambut dapat menjadi topik hangat yang akan merusak acara nonton atau sekadar duduk-duduk bareng.

Setiap orang tua memang mempersiapkan anaknya agar dapat sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Bahkan mereka juga bertindak sesuai dengan apa yang biasa masyarakat lakukan. Bukan hanya di rumah saja, di sekolah pun saya sering mengambil sikap berbeda. Walhasil dulu ketika kelas enam SD saya bahkan pernah dimusuhi teman satu sekolahan.

Sebenarnya contrarian tidak perlu diterjemahkan sebagai aib, apalagi perilaku durhaka. Contrarian dapat memberikan cara pandang yang berbeda pada segala sendi kehidupan kita. Nama-nama besar seperti Galileo Galilei, Steve Jobs, Warren Buffet, Wahidin Sudirohusodo, dst dapat dikategorikan sebagai contrarian. Mereka melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang pada zamannya dan dunia sebenarnya membutuhkan cara-cara yang berbeda ini.

Bagaimana pun, setiap manusia yang terlahir di dunia ini harus menghadapi kenyataan bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat dengan segala nilai-nilai yang dianutnya. Sikap contrarian tentu saja akan mendatangkan penolakan dari anggota-anggota masyarakat tersebut. Galileo Galilei harus mendekam di penjara karena mempertahankan pendapat bahwa bumilah yang berputar mengitari matahari, bukan sebaliknya seperti apa yang dipercaya manusia abad tersebut.

Menyedihkan memang dan bahkan tidak mudah, tapi para contrarian atau yang mengambil sikap berbeda pun harus mempertimbangkan bahwa yang mereka hadapi adalah mayoritas. Paling tidak sebelum mengungkapkan atau bertindak yang berlawanan mereka harus berpikir dengan jelas mengenai apa yang meraka lakukan.

Gagasan atau ide yang diungkapkan juga harus bisa disampaikan dengan baik. Mungkin dengan memanfaatkan celah yang ada sehingga penyampaiannya dapat disesuaikan. Pada akhirnya juga, setiap gagasan atau perilaku berbeda akan berhadapan secara langsung dengan hal-hal seperti penolakan, kritikan, pengasingan, dan yang sejenisnya. Sehingga, sikap dalam menghadapi kenyataan  tersebut harus benar-benar dikembangkang dengan baik dalam diri para contrarian itu sendiri.

Iklan

5 pemikiran pada “Contrarian

  1. melawan untuk menjadi beda kayaknya emng susah diterima. masyarakat kita belum terlalu terbuka untuk hal2 seperti itu. yang melawan akan kalah sama yang banyak, meskipun benar :)) kayaknya gitu ya, hahahah

    • kok gw gagal paham ya dengan kalimat awal pertanyaan ini bhahaha. masyarakat di mana2 juga memang resisten. yang melawan belum tentu kalah juga loh. kayaknya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s