Bisnis, Bukan Sekadar Efisiensi

Nampaknya dunia bisnis sejauh ini tidak bisa lepas dengan dua istilah yaitu efisiensi dan efektifitas karena kedua istilah tersebut sebenarnya memang amat sangat penting. Sebelumnya saya telah menulis tentang bagaimana efisiensi dapat dicapai dengan menekan cost agar tercapai keuntungan maksimum tanpa menaikan harga. Pernyataan itu tidak sepenuhnya salah karena bisnis itu sendiri merupakan kesatuan berbagai kegiatan yang dari setiap kegiatan tersebut pasti ada sesuatu yang dapat dimaksimalkan efisiensinya.

Hal ini akan sangat terlihat pada perusahaan-perusahaan besar yang karena kapasitasnya tersebut, efisiensi merupakan suatu kebutuhan. Bayangkan saja, kalau satu perusahaan yang mempekerjakan 10.000 pekerja kehilangan 1.000 rupiah per karyawan perhari karena misalnya mereka telat atau pulang lebih cepat perusahan tersebut telah rugi 10 juta perhari.

Di sisi lain, ada beberapa kasus yang membuat saya agak tergangu karena pada kenyataanya hal ini terjadi dan masih terjadi di lapangan. Saya sempat menonton investigasi di BBC tentang betapa junk nya hamburger ekonomis yang dijual di Inggris. Pada dasarnya hamburger tersebut hanya mengandung beberapa persen daging sapi, sisanya adalah campuran dari jeroan dan bahan-bahan lain.

Mungkin bagi orang Indonesia jeoran itu sesuatu yang lumrah bahkan banyak masakan enak khas daerah berbahan jeroan, namun orang barat kurang suka jeroan bahkan bagian itu dibuang atau dijadikan makanan hewan piaraan karena alasan kesehatan atau sekadar taste. Hal tersebut dapat terjadi dengan peraturan pemerintah Inggris yang membolehkan penyantuman label sesuai produknya dengan kadar minimal daging 10 persen dalam produk tersebut.

Perusahaan yang menjual produk tersebut sepertinya meraup banyak keuntungan dengan memproduksi pada batas minimal berdasar pada ketentuan tersebut sehingga terjadi efisiensi atas penggunaan daging yang harganya makin hari makin mahal. Tapi bagaimana dengan konsumennya, well, menurut tayangan itu rasa dari hamburger sama saja dengan hamburger-hamburger yang lain, namun ketika tau bahwa ada unsur jeoran orang-orang menolak memakannya.

Saya tidak bisa membayangkan produk-produk olahan di Indonesia yang tidak jelas aturannya seperti sekarang ini, jangan-jangan perisa daging doang yang dipakai. Parahnya adalah hal ini bisa terjadi pada berbagai jenis produk atau jasa yang karena alasan efisiensi mereka tidak melakukan hal-hal yang akan lebih meningkatkan kualitas produk/jasa tersebut. Bahkan dijadikan bisnis yang menguntungkan seperti low cost airline.

Efisiensi juga sering terlihat ketika krisis melanda atau bahkan tidak krisis sekali pun, yup phk karyawan. Secara otomatis pengurangan karyawan memang akan mengurangi cost sebuah perusahaan. Para shareholder akan merasa senang karena biasanya harga saham perusahaan akan mengalami kenaikan segera setelah pengumuman rencana tersebut. Sedangkan efek buruknya tentu dirasakan para karyawan yang diphk.

Iklan

Satu pemikiran pada “Bisnis, Bukan Sekadar Efisiensi

  1. Ping balik: Bisnis, bukan sekedar efisiensi – deviracollection

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s