Memilih Tetiada

belati, telah ditusuk pada jantung yang hangat

pancaran darahnya mengalir membasahi, setelah itu

bukan karena dikandung

tapi demi hentikan catatan yang telah dimulai jauh sebelum kaki bersentuh tanah

beserta itu, kalam pun diangkat

baru ditulis bahwa diantara kesemua pilihan

adalah hal yang paling tak disukai

begitulah dan menjadi tak ada

hendak berdamai dengan bayangannya sendiri

yang tak henti menertawakan tingkah

yang selalu mengikuti kemana-mana

tersenyum saja

biar gelap menelannya jua

karena badai pun tak mampu menghapuskannya

memang pelik

tapi demi tanda

yang tak akan lagi mengingat goresannya

supaya tak menjadi sejarah

maka ku pilih tetiada saja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s