Mengapa Saya Menulis, Sebuah Refleksi

Kali ini pertanyaan yang terus terngiang-ngiang dalam benak saya ini harus sedikit saya jawab dengan, tentu saja, tulisan. Orang bilang kita tidak butuh alasan untuk melakukan sesuatu, saya pikir kita sedikit benar tentang hal itu, karena sebagian besar cuma tidak bisa mengungkapkan mengapa. Mungkin jika duduk sebentar dan sedikit berdiskusi dengan kepala kita sendiri, maka satu demi satu alasan itu akan muncul, bukan dibuat-buat.

Alasan pertama kenapa saya menulis adalah mengekspresikan diri saya. Sejak SD saya sudah menulis puisi di buku tersendiri, saya menulis puisi karena selalu gagal membuat cerpen (apalagi novel). Puisi lebih singkat, penuh kode, dan bebas sehingga tentu saja banyak hal yang bisa kita sisipkan di dalamnya tanpa perlu memerhatikan alur atau apalah itu yang berkaitan dengan cerita.

Sebelum masuk kuliah saya tidak punya banyak waktu untuk menulis, namun saat ini saya punya bayak waktu untuk menulis dan juga materi yang berlimpah dari dunia maya. Sehingga, menuliskan opini yang bergumul di kepala  atau sekadar puisi-puisi ringan dapat saya lakukan.

Alasan berkutnya adalah refleksi diri. Setelah membaca buku yang sangat menarik, jalan-jalan ke tempat yang mengasikkan, ditimpa kesialan berutubi-tubi dan seterusnya, saya pikir kita butuh bercermin pada diri kita sendiri dan mulai mengungkapkan segala unek-unek tentang kehidupan yang baru saja kita lalui atau yang tengah kita impikan. Menulis membantu kita menceritakan hal-hal tersebut.

Menulis juga bagi saya membantu menjadikan pemikiran atau opini saya lebih konkrit dan juga agar dapat dilihat dan didiskusikan secara lebih luas di dunia maya seperti saat ini. Bagaimana pun saya lebih suka jadi komentator atas tulisan atau opini orang lain. Tapi saya malu ketika menyadari mungkin saya hanya bisa ngomen tanpa bisa bikin sendiri, bukankah tulisan tentu harus dibalas tulisan. Ketika saya baca kembali beberapa opini saya di blog ini misalnya, saya menemukan banyak hal yang saya tidak sadari, mengoreksi kembali, dan tentu saja belajar.

Iklan

Satu pemikiran pada “Mengapa Saya Menulis, Sebuah Refleksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s