Kunci Sukses Coldplay : Inovasi

coldEntahlah bagi telinga saya lagu-lagu grup band asal UK yang satu ini emang ngena banget, sesui selera saya. Ya, walaupun baru sekitar setaun belakangan ini aware dengan Coldplay dan mulai rutin dengerin mereka tapi sejak lama ternyata saya sudah menikmati lagu mereka tanpa sadar kalau lagu yang saya dengerin itu dari grup band mereka. Seperti Viva La Vida, The Scientist, Every Tear Drop Is A Waterfall, dst emang bener-bener enak didengar. Sampai lagu mereka yang terbaru Up&Up juga keren apalagi video clip nya itu loh emejing banget.

Ternyata grup band bergenre rock-pop ini emang udah lama banget berdirinya (kalo saya mah lama-lama berdiri bisa pingsan), hanya terpaut dua tahun dari saya tapi tentu saja Coldplay lebih muda,  1996.

Baru tau dari Wikipedia ternyata eh ternyata lagi, ini band didirikan di salah tiga, iya salah satu dari tiga perguruan tinggi terbaik di London, UCL uhk. Mereka udah ngeluarin beberapa album dan tentu saja mengantongi berbagai penghargaan bergengsi termasuk tujuh Grammy from 31 nominations.Kalau mau tau lebih rinci tentang mereka karena saya bukan expert ya baca saja sendiri di wiki or situs resminya hahaha.

Sebagai penikmat The Economist, saya agak dibikin ngangguk-ngangguk dengan salah satu artikel  yang ditulis bulan mei, analisis mereka mengenai tren dunia musik yang ada kaitannya dengan Coldplay juga dengan simpulan akhir :

In music, as in other markets, those who thrive in the long-term are often the ones who adapt best to fluctuations in demand—while those that fail to innovate end up complete unknowns.

Mereka menjelaskan dunia musik dari kacamata bisnis dan memang ada patern yang sama seperti yang mereka simpulkan bahwa di industri musik juga inovasi itu penting agar dapat bertahan lama, long term.

Coldplay bukan tidak mengalami penurunan, tapi mereka sama kasusnya seperti Taylor Swift terus menciptakan lagu-lagu baru yang sesuai dengan perubahan demand masyarakat. Dari rentangan waktu misalnya lagu Viva La Vida dirilis 2008, The Scientist 2002, Every Tear Drop Is A Waterfall 2011, dan tahun ini ada Up&Up. Meski pun tidak setiap lagu yang dirilis menjadi booming tapi kalau tidak rilis dan tidak inovatif juga ya mereka mungkin saja sudah menjadi bagian dari koleksi nostalgia anak-anak 90an.

Kasus yang menarik soal inovasi adalah kasus Sakura nya Fariz FM, saya tidak begitu tau tentang beliau ini kecuali dari internet dan tv dan lagunya juga tidak akan pernah saya tau kalau tidak dibawakan lagi sama Rosa.

Sakura ini katanya sangat digemari di tahun 1980an. Namun, parahnya sang musisi pada akhirnya malah dibikin kesal gara-gara lagu ini. Karena setiap kali manggung, para penonton selalu bersorak-sorai dan menuntut beliau untuk menyanyikan lagu Sakura. Ya, lagu ini berhasil sukses tapi tidak ada lagi lagu-lagu lain ciptaan Fariz RM yang dapat menandinginya setelah itu.

Sebenarnya inovasi ini bukan monopoli Coldplay saja, ada juga grup band dan penyanyi lain yang terus produktif seperti Taylor Swift. Cuma ya karna si Taylor lagi playing with her new bf ya let her lah ya, hahaha.

Iklan

Satu pemikiran pada “Kunci Sukses Coldplay : Inovasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s