Sultan Merah

pexels-photo-96374sang Sultan, terlahir dari bani gurun di desir bebatuan dan angin jarang menyium pohon

sejak merangkak, harus diatas ketidakpastian, bahwa mungkin besok, sang sultan menghunus pedang demi susu unta tetangganya

sultan tumbuh menjadi yang kekar, dipenuhi gundukan  otot, giginya rapi, wanginya memekarkan bunga-bunga sore hari dan jelas membuat para penari perut terpaksa terkantuk-kantuk tiada duanya

satu demi satu, sejengkal sehasta, sepinggir, sepanjang mata memandang tanahnya, diserbunya satu satu, melawan menemui lawannya, tersisa adalah kenangan membekas

angkara murka besar, untuk menampungnya dibikinkan istana nan merdu, masuk dari setiap sisinya, mewarnai hidupnya begitu sedap dipandang, kemana pun pergi ia selalu menemukannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s