Pengalaman Sekolah dengan Sistem Full Year School

Menteri pendidikan baru kabinet Jokowi yang cocoknya jadi menteri pertahanan baru-baru ini menggulirkan ide yang sangat kontroversial yaitu full day school. Meski pun baru sekadar ide, seperti yang beliau klarifikasi karena banyak menuai kontroversi dari masyarakat, tapi tentu saja ide itu bisa saja sudah berubah jadi kebijakan di tahun depan.

Sekolah berasrama atau di Jawa sering di sebut pondok (mondok or pondok pesatren) sebenarnya tidak asing lagi dalam sistem pendidikan di Indonesia karena telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Saya sendiri pernah merasakan yang lebih ekstrim (hahaha) dari full day school yang mungkin lebih cocok disebut full year school.

Setelah lulus SMP saya kebetulan masuk SMA (MAN lebih tepatnya) yang menerapkan sistem boarding school atau bahasa Indonesianya berasrama. Meski pun sekolah saya itu (maaf sebut merek saja, Insan Cendekia) sistemnya tidak seperti pondok pesantren tradisional karena tidak begitu banyak berbeda dari madrasah aliyah negeri lainnya.

Perbedaan yang paling menonjol dari MAN saya itu adalah adanya sistem boarding atau asrama, jadi siswa diwajibkan untuk tinggal di asrama yang telah disediakan sekolah. Tinggal di asrama berarti bahwa siswa harus mengikuti kegiatan yang biasanya tidak dapat dilakukan jika mereka pulang ke rumah masing-masing seperti sekolah biasa. Sehingga, pendalaman materi dapat dilakukan bahkan di waktu-waktu libur sekolah sekali pun dengan sistem tutorial atau pun jam tambahan setelah kelas usai di sore hari menjelang magrib.

Sebenarnya di awal-awal ada sebagian siswa yang merasa tidak kerasan dengan asrama, apalagi bagi yang belum pernah tinggal jauh dari orang tuanya. Jadi tidak heran kalau berbagai keluhan ini dan itu, sampai tangis merdu pun bisa saja terjadi. Tapi toh di akhir masa asrama tangisan itu adalah tangisan perpisahan dengan orang-orang yang telah menemani kita selama tiga tahun ke belakang, uhk kok jadi emosional gini sih hahaha.

Kedekatan antar siswa terjalin dari berbagai aktivitas day to day yang mewajibkan partisipasi seluruh siswa. Tidak ada alasan untuk menghindari aktivitas bersama itu, sehingga kolaborasi atau kerjasama antar berbagai siswa dengan latar belakang yang berbeda dapat terlaksana.

Pengawasan terhadap “anak orang” atau para siswa dalam hal ini dipindahtangankan ke para guru dan penjaga/pembina asrama. Sejak awal masuk, para siswa langsung didistribusikan (hahaha) dibawah bimbingan guru asuh, kalau tidak salah waktu itu perguru asuhnya kurang lebih sepuluh siswa dengan komposisi berbeda dari ketiga angkatan. Sepertinya mengurus anak orang ini merupakan tanggung jawab dan resiko paling besar yang ditanggung para pengelola boarding school.

Jika dibandingkan dengan kebijakan baru sang menteri sistem boarding school sepertinya lebih bagus meski pun bukanlah yang terbaik menurut saya. Hal ini karena full day school itu terkesan setengah-setengah. Para siswa nantinya akan balik ke rumah mereka masing-masing setelah seharian berada di sekolah dengan berbagai aktifitasnya. Saya pikir yang akan mereka bawa ke rumah tidak lebih dari sekadar kelelahan.

Kita tentu tau seberapa baik pun kurikulum atau rencana-rencana menteri itu agar membikin kegiatan yang produktif di sekolah akan berhadapan dengan realitas kebobrokan yang selama ini selalu saja terjadi pada sistem pendidikan kita. Meski pun nantinya ide ini diterapkan dan akhirnya juga we can get along with it, tapi saya tidak yakin kebijakan ini akan meningkatkan kualitas pendidikan kita dan malah sebaliknya hanya akan memperlambat peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri. 🙂

*sekian, bonus foto pas habis pengumuman UN 2013 (saya lagi di tribun, karna kolam di belakang gedung serbaguna itu belum benar-benar bersih sebenarnya hahaha)

 

Iklan

5 pemikiran pada “Pengalaman Sekolah dengan Sistem Full Year School

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s