Mengapa Saya Menunda-Nunda

12473521_1136483949710159_5957836701840515067_o.jpgMenunda-nunda atau procrastination adalah kebiasaan yang tidak boleh dipelihara, saya pikir semua orang setuju dengan hal ini. Meski pun memiliki efek positif seperti meningkatkan daya kreatifitas dan juga bisa meningkatkan ketelitian dalam memecahkan masalah tetap saja menunda-nunda memiliki efek samping yang cukup parah jika tidak dimanage dengan baik apalagi jika terjadi berulang-ulang dengan hasil yang mengecewakan.

Setelah berkeliaran dari satu web page ke web page lainnya saya pun berusaha mengungkapkan mengapa selama ini saya masih sering menunda-nunda berbagai macam hal yang mestinya diselesaikan. Berikut diantara alasan saya menunda-nunda :

Perfectionist

Ketika mengerjakan tugas kampus misalnya  saya sebenarnya ingin menyelesaikan hal tersebut dengan sebaik mungkin, no error, fact chacked, and so on. Biasanya hanya untuk memastikan hal-hal kecil yang saya pikir sangat penting (padahal tidak begitu) saya akan mulai grasak-grusuk hal tersebut di internet, download berbagai macam paper/journal, ebook, data-data dari lembaga-lembaga terkait dan seterusnya.

Aktivitas tersebut sebenarnya cukup menguras tenaga dan membuat saya merasa tidak nyaman yang pada akhirnya membuat saya menyetop sementara segala aktivitas yang tengah dilakukan. Berbagai cacat dalam tugas tersebut sangat-sangat tidak boleh terjadi dan jika terjadi hal tersebut akan merusak reputasi saya (kayak punya reputasi saja hahaha).

Tapi jangan salah sangka, saya bukan tipe perfectionist yang sejenis dengan mereka yang bergelimang prestasi. Saya hanya perfectionist yang sejenis dengan mereka yang takut salah, sehingga lebih fokus kesegala kesalahan yang mungkin terjadi bukan pada pencapaian yang sebenarnya.

Menghindar

Kondisi seperti di atas biasanya seperti puluhan tab di browser yang terbuka atau puluhan buku yang menumpuk di meja perpustakaan. Detail yang terlalu banyak tersebut biasanya membuat saya memutuskan untuk menghindari hal tersebut untuk sementara. Lebih parahnya sih bisa sampai pura-pura membenci aktifitas itu. Lalu saya akan mulai mencari aktivitas lain yang dapat membawa sedikit kesenangan sebagai selingan.

Padahal, sebenarnya masalah utama yang membuat saya kurang happy itu adalah tugas itu sendiri yang jika tidak dikerjakan akan mengakibatkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Selingan yang saya lakukan bagaimana pun hanya bersifat sementara, jika es krimnya habis, filmnya tamat, jalan-jalanya selesai, saya harus kembali terpikirkan dengan tugas yang masih ribuan kata yang belum saya selesaikan. Akhirnya selingan sementara itu memperpanjang rasa tidak nyaman yang harus saya hadapi.

Internet dan Gadget

Salah satu selingan yang paling gampang diakses adalah internet ria dengan gadget. Saya pernah sangat terkejut ketika membaca bahwa tingkat produktivitas umat manusia ternyata tidak meningkat secara signifikan dengan penggunaan internet secara massif seperti sekarang ini. Sepertinya saya harus mengakui berdasarkan apa yang saya alammi bahwa hal ini benar adanya.

Internet ditambah lagi dengan kemudahan aksesnya melalui gadget dengan berbagai jenis aplikasinya menjadikan para penggunanya seolah-olah orang tersibuk di dunia. Padahal mereka kemungkinan tengah menggunakan gadget sebagai sarana untuk menghindari pekerjaan yang harusnya mereka selesaikan.

Banyak yang kini ditawarkan teknologi terbaru untuk menghindar, mulai dari games, social media, nonton film, dst dengan sambungan internet atau pun tidak, yang kalau dicoba satu-satu bisa menguras seluruh waktu kita. Seharusnya tugas menjadi lebih mudah diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi (internet), bukannya malah sebaliknya.

Iklan

2 pemikiran pada “Mengapa Saya Menunda-Nunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s