Hijab Is the New Normal

Kita mesti mengakui bahwa hijab or simpelnya sih jilbab sekarang ini telah menjadi “New Normal” di Indonesia. Ada dua label islami yang menjadi trend sejak tahun 90an yaitu pakaian dan keuangan atau perbankan. Meski pun mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, dunia keuangan islam hingga saat ini masih belum bisa-bisa juga meraup pangsa pasar yang signifikan dibanding keuangan konvensional. Akhir-akhir ini juga gaungnya makin kurang.

New normal tidak datang dengan seketika, butuh proses panjang yang cukup pelik juga ketika para muslimah Indonesia yang biasanya menggunakan hijab ketika sholat saja terpanggil untuk menggunakannya secara bebas di depan halayak. Penolakan dari masyarakat dan pemerintah juga terjadi. Tapi kepelikan tersebut terbantukan dengan kebijakan istana yang menghijau, di akhir-akhir kepemimpinannya pak Harto menjadi lebih ramah dengan ummat. Bahkan anak tertuanya yang sangat dekat dengan beliau pun mulai menggunakan jilbab.

Semenjak itu, jilbab secara perlahan digunakan oleh berbagai kalangan hingga akhir-akhir ini terdapat trend artis yang memutuskan untuk menggunakan jilbab. Mereka tidak lagi takut kekurangan job bahkan malah kebanjiran baik itu di film layar lebar maupun sebagai bintang iklan dan endorser produk-produk islami.

Trend hijab sebenarnya tidak terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di seluruh dunia Islam. Berbagai merek fashion islami menawarkan jilbab dan berbagai asosiasinya bermunculan untuk saling memperebutkan pangsa pasar baru yang belum benar-benar digarap ini. Bahkan merek-merek kelas dunia seperti Zara, Mango dst tidak ketinggalan. Pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh struktur demografi di berbagai belahan dunia islam termasuk di Indonesia menjadikan pangsa pasar produk fashion islami terus bertumbuh setiap tahunnya.

Penggunaan secara luas tersebut juga secara bersamaan merubah kesan-kesan awal yang ditonjolkan oleh pengguna hijab/jilbab. Para muslimah yang menjadi target market berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda baik itu aliran, pendidikan, pendapatan dst. Utamanya aliran, di Indonesia pemahaman mengenai islam memiliki spektrum yang agak lebar dari yang paling liberal, moderat, hingga yang paling ekstrim. Meski pun dapat dikatakan mayoritasnya moderat, dua titik ekstrim lainnya juga dapat sangat berpengaruh.

Jika dahulu kala para pengguna jilbab tersebut dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang berkomitmen kepada agamanya maka sekarang hal tersebut tidak lagi sama. Para pengguna jilbab ada di mana-mana, kantor, sekolah, pasar,  dst yang sehari-harinya melakukan berbagi kegiatan dengan pakaian khusus tersebut.

Adventures with my bunting 😎🤓 #dinatokio

A post shared by D I N A T O K I O (@dinatokio) on

 

Bagi mayoritas umat islam sendiri menutup aurat merupakan suatu kewajiban jadi penggunaan jilbab bukanlah suatu hal yang seharusnya dianggap aneh, bayangkan dari 1 milyar lebih umat muslim sedunia itu sekitar setengahnya adalah wanita harusnya ada ratusan juta hijabers di seluruh dunia.

Namun yang menjadi dilema adalah ketika para pengguna jilbab melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan anggapan masyarakat. Banyak dari pihak ekstrim yang masih mendengungkan kritikan terhadap para pengguna jilbab yang berperilaku tidak benar menutur mereka atau tentang penggunaan jilbab itu sendiri. Pihak-pihak seperti ini harus mulai menyadari bahwa it is a new normal. Kecuali ada peristiwa yang setragis Daesh (ISIS) di Irak/Syiria yang memaksakan model tertentu maka hijab (jilbab) akan berkembang sesuai dengan kreatifitas umat muslim dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Iklan

9 pemikiran pada “Hijab Is the New Normal

  1. Ada hijabers yg berbuat tidak baik mah seharusnya dianggap “oknum”. Tidak serta merta digeneralisir bahwa hijabers adalah orang jahat.

    Islam sbg sebuah agama adalah sempurna, tapi penganutnya (umat Islam/muslim) sudah pasti tidak sempurna.. 🙂

      • Islam yang sesuai dengan firman Allah swt dalam surat Al-Maidah ayat 3.

        “… Pada hari ini Kusempurnakan untuk kamu agamamu, …”

        Islam yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. Berbeda masalah fiqih itu gak masalah selama memang tidak bid’ah dan yang terpenting juga yaitu kemurnian aqidah.

  2. Di IG skrg banyak akun ngehek mengeruk untung dg kaum berjilbab ini. Dia repost foto gadis² cakep berhijab, dengan pose beragam, dari biasa hingga yg paling aduhai. Dan followernya ribuan! Duhh… ndak asik bener caranya… 😁

  3. Wah, untuk sekarang saya cenderung ambil positifnya dulu. Jumlah perempuan berkerudung sudah sangat banyak. Walaupun mungkin konsep dan definisinya masih berbeda dari yang disunnahkan (hijab tapi berpakaian ketat, pakai jilbab tapi menor, hijabnya senin kamis dll), tetapi untuk awal saya rasa sudah bagus. Namanya juga adaptasi. Jadi butuh proses. Nah selesai proses pembiasaan, tahap selanjutnya untuk membimbing lagi ke arah lebih benar 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s