Pengunjung Incognito

Berjalan menuju pintu dari halaman luas dan bagian depan yang mengkilap

Masuk membelah dua kaca dan menghirup aroma manis dinding-dinding menjulang kosong ke atas

Mendekat pada dua wajah senyum bergincu menyapa diri

Bertutur tentang kata yang tidak lebih di kertas jua nanti

Lalu berbisik, tolong

Kaki melangkah masuk pada ruang-ruang dengan pintu berbaris-baris menunggu

Menyapa

Terduduk di dekat jendela yang menoleh ke sudut kota ketika mentari menyamarkan beranda

Pikiran mulai meraba-raba kemungkinan hati mengiyakan cemas badan menggapai kasur mata menutup kenyataan diri menemukan sunyi

Nyalakan lampu, tutup tirainya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s