Cita-Cita Bisa Membawa Kita Kemana Saja

When I was in sekolah dasar my teacher ask me what I want to be suatu saat nanti. Pada saat itu, kita semua terperangkap dalam pemikiran bahwa menjadi sesuatu itu means sebuah profesi. Jadi yang muncul adalah profesi-profesi yang sering kali kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari pada usia itu, or atleast dari tontonan di tv seperti tentara, polisi, dokter, guru etc.

Me ? Saya memilih dokter, not because I like it but it sounds great at that time to me. Karena I know that saya kalau liat darah tidak seperti teman-teman lain yang ketakutan atau jijik dan menjauh, tapi langsung loyo menuju pingsan di tempat hahaha. Waktu itu saya hanya tidak tahu saja harus menjadi apa, mencoba meyakinkan diri dengan pilihan dokter pun tidak mempan.

So then waktu berlalu dan saya pun masuk SMP, karena waktu itu keranjingan internetan (wait, sampe skarang juga masih kok hahaha) saya pun tiba-tiba pengen jadi nuclear scientist. Yaah, waktu itu lagi seru-serunya Iran dibawah Ahmadinejad yang katanya lagi ngembangin senjata pemusnah massal alias nuklir.

Keren juga kan menjadi seseorang yang nguasain keahlian yang bisa menghasilkan senjata mematikan yang ditakuti. Waktu itu saya tidak sadar kalau nuklir bisa sangat berbahaya bagi umat manusia dan kini meski pun masih bergantung pada energi nuklir,  Jepang dan Jerman akan mengalihkan program mereka ke alternatif lain.

Saat SMA saya juga harus berhadapan dengan kenyataan yang sangat tidak nyaman, Saya tidak bisa masuk jurusan IPA. Yaah dan akhirnya saya harus melepaskan diri dari bayangan tentang diri saya yang selama SMP hingga detik itu, seorang scientist ekperimental hahaha.

Anyway, I enjoy it ternyata meski pun saya berusaha menepisnya tapi jauh di lubuk hati terdalam saya sebenarnya mulai tertarik dengan dunia sosial dan keagamaan, and I read alot about that. Saya sempat ingin menjadi ilmuan sosial atau ahli agama, tapi akhirnya memutuskan masuk jurusan bisnis saja untuk kuliah.

Oh iya, dulu pas SMA pernah suatu hari menteri BUMN waktu itu pak Dahlan Iskan mampir ke sekolah saya. Singkat cerita, beliau bilang kalau dulu waktu beliau masih kecil beliau tidak pernah bercita-cita jadi menteri atau pengusaha, semua mengalir begitu saja hingga saat itu beliau pun bisa menjadi orang hebat seperti itu.

Biasanya memang saya dan anak-anak sebaya saya mungkin mendengar kisah-kisah tentang dreams come true atau cita-cita yang kemudian menjadi kenyataan. Tapi, mendengar kenyataan tersebut saya pun menjadi lebih tenang dengan tidak punya cita-cita yang jelas.

Akhirnya saya berteori kalau punya atau tidak punya cita-cita pun kita masih bisa tetap menjadi seseorang suatu saat nanti. Sepuluh tahun yang lalu saya tidak pernah bisa membayangkan apa yang akan saya lakukan saat ini atau seperti apa saya saat ini, kehidupan berubah-rubah.

Bagaimana dengan keberuntungan ? Hahaha, memang ada orang yang terlahir dengan silver spoon in their mouth atau lahir di keluarga yang well being. Keberuntungan memang ada dan sepertinya tidak adil, tapi juga dengan kerja keras seperti kata Bloomberg tingkat keberuntungan kita akan semakin tinggi.

Saya merasa beruntung karena ada banyak hal yang saya dapatkan seolah merupakan keberuntungan, meski pun menurut orang itu bukan sesuatu tapi ada beberapa hal yang hingga detik ini paling tidak menurut saya merupakan keberuntungan, a gift from god. Tapi setiap gift itu tidak datang begitu saja, at least ada usaha, ada kerja dikit, ada pendaftaran di awalnya, ada biaya dikit yang menjadi pintu masuknya etc.

Cita-cita memang bisa membawa kita kemana saja, termasuk ke cita-cita lain atau cita-cita baru di usia berapa pun itu. As what I do, when I like something I like it boldly enough. Perasaan kita memang sering naik turun, tapi pengetahuan kita along the way tidak akan naik turun alias nambah. Jadi kalau anda yang membaca tulisan ini sudah punya cita-cita tapi mungkin cita-cita itu agak menggelikan atau aneh etc, keep di kepala saja dulu, jangan dulu cerita-cerita. Kita bisa berubah pikiran, tapi jangan keseringan berubah-rubah like a girl change her clothes.

Iklan

2 pemikiran pada “Cita-Cita Bisa Membawa Kita Kemana Saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s