Sepotong Negara Teruntuk Kaum Konservatif Indonesia

Setelah demo siang ini tanggal 4 November 2016, sepotong ide lama yang masih terngiang-ngiang di kepala saya muncul lagi. Bagaimana kalau yang katanya sebagian besar orang Indonesia yang menghendaki negara dengan sistem tidak terbuka atau demokrasi limited edition di negara ini itu bikin satu negara lagi saja.

Ide bahkan implementasi negara dengan sistem seperti itu sudah pernah terjadi di masa silam dengan proklamasinya Kartosuwiryo dan penyantuman tujuh penggal kata di naskah undang-undang dasar negara. Kerajaan-kerajaan sebelum Indonesia pun menerapkan sistem yang bernafas sama. Jadi tidak asing lagi ide semacam itu di negara ini.

Sistem negara Indonesia yang sekarang pun merupakan sistem kompromi yang karena kebutuhan menghasilkan berbagai implementasi yang sama. Pengadilan agama dan hukum-hukum perkawinan dapat dimasukkan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Belakangan bahkan terdapat wacana menghidupkan pengadilan atau yang sejenis dengan itu yang khusus mengatasi masalah-masalah legal dari perekonomian dengan ide sama karena adanya kebutuhan.

Kultur masyarakatlah yang sebenarnya berperan dalam menghadapi realitas sekarang. Ada yang mengatakan, kalau saja sejak dulu sudah ada niat yang sangat kuat secara luas terhadap implementasi sistem tersebut maka Indonesia yang kita kenal bukanlah Indonesia dengan sistem semacam sekarang ini. Jaman dahulu saja tidak pernah kerajaan/kesultanan di Indonesia yang menerapkan sistem yang sama dengan begitu ketatnya kecuali sebagian aspek saja.

Pemerintah dalam pandangan saya selama ini menjaga sebagaimana mungkin agar berada dalam sisi remang-remang, seolah mendukung seolah tidak. Lihat saja lembaga-lembaga yang begitu dekat dengan negara seperti kementrian agama beserta lembaga-lembaga dibawahnya termasuk institusi pendidikan baik universitas maupun sekolah. Bahkan lembaga fatwa pun menjadi begitu bergantungnya pada negara. Meski tidak separah di Mesir yang dikontrol oleh para diktatornya, lembaga fatwa pun melakukan self censorship karena pertimbangan negara.

Tapi sekali lagi, jika memang benar ada ketidakadilan terhadap mayoritas, maka mayoritaslah yang harus bertindak untuk merubah. Sejuta orang pun yang berjalan di jalan raya tidak akan bisa memengaruhi jika sistem yang ada memang seperti sistem sekarang ini yang berbelit-belitnya minta ampun. Bayangkan saja, proses hukum yang dimulai hari ini bisa-bisa malah berakhir bertahun-tahun kemudian dengan biaya yang cukup lama daan masa hukuman yang diskon sana diskon sini.

Saya hanya ingin menekankan, butuh lebih dari sekadar kompromi untuk menjalankan tuntutan seperti yang diminta para demonstran hari ini itu. Kalo kata organisasi yang diikutin teman saya ya memang begitu mesti ada sistem baru, meski pun ide organisasinya mengenai sistem seperti apa memang sangat-sangat tidak bagus menurut saya.

Iklan

Satu pemikiran pada “Sepotong Negara Teruntuk Kaum Konservatif Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s