Surat Untuk Sedihku

Untuk sedihku yang telah menjadi darah, mengalirlah sepanjang jalan, gelapkan pandang, sepikan hentakan

Buka sulaman, memundurkan jarum, menarik-narik, memisah-misah, jauh-jauh

Marahi sepi, durhakai diam dan tebarkan aromanya

Pakai saja hingga terakhir, hingga menepi juga ke semak belukar kehilangan, yang menyimpan diri, yang menggenggam duri, meratapi cahaya

Bukan pada sesiapa juga, langit tak begitu peduli langit mungkin tak ada

Sering kau membakar lilin, agar asapnya menjadi awan, menjadi hujan, menjadi cair, meleleh

Sedihku pergilah, tinggalkan diriku, ku

Iklan

3 pemikiran pada “Surat Untuk Sedihku

    • Ingin kuucapkan jangan, tapi lidah itu juga yang keluh, kata-kata tak mampu berjalan diatasnya, yang tersisa adalah penuh, dari pergulatan tanda, pada peraduan malam, yang menyisakan tanya
      *maaf gaje

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s