Kalah

maju lalu berlari dan sembunyikan muka

berlulut dan meneteskan lelah

menghentak-hentakkan perih pada kebisingan kepala

kenapa

bertanya pada semua, kecuali diri sendiri

marah dan memakan diri, mengunyah rasa

lemas tak berhasrat ingin pergi saja

lagi dan lagi lagi

pada jiwa yang lemah

diri yang sendiri

boleh berharap tapi tak boleh menggapai

hilang diri sudah

habis air mata sudah sakit mata sudah

tidak kah engkau berlari darinya ketika bisa

lalu kini jatuh tersungkur tak berdaya

di depannya, diantara kalian berdua

di keheningan sapa

negasi dan rasa cinta

pada dua kaki kecil itu

disertai kepala dan lutut-lututnya

menyerahlah rasakan kekalahan

jangan pernah lagi bertarung dengan panggilanmu

dengan rasa yang tak pernah pergi

yang selalu memanti di persimpangan ragu

dikala tak ada yang melirik

saat kehilangan dirimu sendiri

lalu ia membantu menyusun pecahan pecahannya

membersihkan debu debu yang mengotori jiwa

semoga

Iklan

4 pemikiran pada “Kalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s