Panggil Aku Sarjana

Fiuh, akhir Maret ini toga yang mesti dibeli sebelum sidang akademik/yudisium harus dicantolkan di kepala yang penuh kebingungan ini, yeah you know as a matter of celebration. So yes, I got ma diploma, nambah satu lagi deh sarjana di Indonesia dengan status temporarely unemployed.

Benar ternyata, lebih mudah masuk kuliah daripada lulusnya apalagi kalau pengen lulus dengan predikat kum laud, lol. Mulai dari urusan galau dengan tugas akhir, administrasi tetek bengek dan tentu saja itu loh, masa depan.

Skripsi ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan, but masih terhitung sulit. Hal terburuk yang kita alami pertama kali pas mau bikin skripsi itu adalah tidak tau mau bikin skripsi tentang apa. Mungkin temanya udah dapat, thats the easy part, tapi judulnya gimana, karna judul bakal nentuin segalanya. Yaa, skripsi saya jadi berantakan di akhir gara-gara judul ini. Padahal saya udah coba bikin sepragmatis mungkin. Oh iya, hal tersulit dari skripsi itu bagi saya sebenernya sih bekerja dengan orang lainnya, namely pembimbing, untung beliau sabar eh sempat marah sih dua kali. Hahaha

Administrasi di kampus itu gimana ya, naudjubillah pokoknya. Kalo yang ga sabar ya bisa bisa meja di sekre digetok-getok gitu sama yang marah saya pernah liat sendiri ada yang marah sampe segitunya, mepet sih. Oh wait saya juga pernah marahin and casually ngacak-ngacak berkas di salah satu kantor di kampus. At least, sampai akhir proses tetek bengek itu ada enam kantor atau ruangan administrasi yang mesti kita masuki, dan ada beberapa yang mesti bolak-balik padahal jaraknya ga deket sama skali, naik turun tangga di fakultas sebelah, antri, dst. Melelahkan pokoknya dan menguji kesabaran bgt.

And in the middle of semua itu, ketika lagi pengen istrahat dari capek fisik dan mental di kamar, tiba-tiba tanpa sengaja pas lagi memandangi dunia luar dari segenggam hp di tangan sering terlintas di pikiran. Ya, tentang masa depan, bisa jadi apa aku ini nanti maaaak. So, kadang-kadang or most of the time sih, jajan jadi pelampiasannya, kalo ada yang ngeselin makan aja, ada yang bikin bingung, makan wae, pokoknya makan. Ujung-ujungnya tagihan membengkak, perut meletus. Hahaha

Iklan

9 pemikiran pada “Panggil Aku Sarjana

  1. Selamat. Perlu bangga, apalagi skripsi betul-betul fari hasil pemikiran sendiri, saya aja membacanya ikut bangga, seperti bangganya melihat mahasiawa bimbingan saya mampu menyelesaikan skripsinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s