Mengapa Kita Beriman

Beriman atau secara sederhana percaya kepada tuhan maupun berbagai hal yang dipertuhankan telah menjadi sangat erat dengan kehidupan manusia di muka bumi ini. Bukan hanya percaya kepada tuhan yang begitu abstrak dan maha kuasa saja, tetapi manusia juga banyak yang percaya pada berbagai tuhan yang aneh-aneh seperti pohon, sapi, air, dst.

Berdasarkan survey Pew tahun 2015 sebagian besar umat manusia masih beriman. Bahkan sejumlah 1.2 milyar orang yang tidak tergabung atau Unaffiliated disebut demikian karena pada dasarnya mereka bukan seluruhnya ateis melainkan ada juga yang agnostik, sekuler dan yang masih percaya tuhan tapi tidak bergabung pada sistem kepercayaan tertentu.

Pertanyaan seperti judul tulisan ini muncul di jaman modern sekarang ini. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan maka muncul pula orang-orang sebenarnya beriman tapi beriman kepada ilmu pengetahuan bukan kepada agama atau tuhan-tuhan lainnya. Populasi para Unaffiliated terus saja bertambah dan sesuai laporan Pew, hal ini terjadi salah satunya karena adanya Swithing Out besar-besaran utamanya dari penganut Kristen, Budha dan Yahudi.

Pertanyaan tersebut coba dijawab oleh Steven Reiss, profesor psikologi di Ohio State University. Menurut beliau, manusia tertarik kepada agama karena agama dapat memenuhi 16 kebutuhan manusia. Tidak semua dalam list tersebut menjadi alasan orang untuk percaya kepada agama, melainkan beberapa saja, kombinasi atau paling tidak salah satu dari ke-16 kebutuhan tersebut menurutnya yang menjadikan agama menarik bagi manusia.  Capture

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s