Jangan Mati Dulu

Tulisan ini untuk setiap jiwa-jiwa yang hilang di luar sana, yang mungkin beberapa jam yang lalu dalam pikirannya tinggal mati saja. Untuk yang terjebak dengan seribu satu derita dunia yang tiada akhirnya, bahkan sakitnya pun tidak terasa lagi sehingga sakit yang paling tak terhingga itu ditelannya pun jua.

Sulit dimengerti memang, bahkan bagi orang-orang yang setiap hari berada disekitar pun akan kaget dan tidak percaya. Keluarga, kerabat, sahabat, teman dll itu masih akan terkaget-kaget ketika melihat tubuh kaku tak bernyawa orang yang mereka kenal selama ini, mungkin akan bertanya-tanya apakah sebenarnya mereka tahu atau tidak dengannya. Bagaimana yang selama ini terlihat ceria, tidak pernah mengeluh, selalu berpartisipasi dll tiba-tiba menghilang, menghilang dari kehidupannya sendiri.

Mungkin mereka yang memilih untuk melakukannya juga bisa jadi tidak percaya kalau mereka benar-benar sanggup melakukannya. Hanya orang yang tidak ‘normal’ yang mau mengakhiri hidupnya, memang sih ini masalah psikologis yang harus ditangani secara profesional. Yah faktanya setiap hari ada saja yang mati bunuh diri di berbagai pojok dunia ini.

Badai pasti berlalu katanya tapi badai besar dalam sekedip mata pun bisa menghancurkan sehancur-hancurnya dan lebih unik lagi dalam kehidupan manusia ini, kadang badai itu bertahan terlalu lama hingga yang terkuat pun lesu. Tapi, orang punya banyak alasan untuk mengakhiri hidupnya, banyak kisah yang begitu unik dan tidak terpikirkan meski pun tema-tema besarnya masih itu-itu saja.

Masalah cinta, keuangan, kesehatan, dll biasanya menjadi penyebab utama, bahkan ketiga topik itu bisa menjadi satu alasan sekaligus, seru banget kan. Sudah putus cinta, uangnya habis, penyakitnya tak sembuh-sembuh, mungkin ada yang begitu. Ada pula yang tiba-tiba saja, tiba tiba hari itu nilai uasnya jelek, tanpa sengaja hari itu dia terlambat penerbangan, saham yang dia miliki bertahun-tahun dalam sehari rontok serontok-rontoknya, cekcok dan tiba-tiba memutuskan untuk loncat dari apartemen temannya karena merasa dituduh yang tidak benar dst.

I have been there before di titik terendah dalam hidup, beberapa dan bahkan mungkin ada lagi. Dan tentu saja senyum-senyum sendiri dalam diri ini bahwa sampai at this point masih hidup padahal kan gampang tinggal ke apotek beli beberapa macam obat and minum sekaligus, atau sekalian beli racun tikus, lari ke tengah jalan, loncat dari gedung tinggi dll.

Bagaimana pun, mengakhiri hidup tidak akan mengakhiri masalah percintaan, tidak akan mendatangkan uang dan tidak menyembuhkan penyakit tetapi menjemput sakit yang terakhir. Begitulah faktanya, yang sayang sekali tidak bisa dilihat langsung mereka yang telah tiada atau telah hilang dari logika mereka sebelum memutuskan untuk bunuh diri saja.

Ada banyak orang yang punya alasan yang sama dan bahkan lebih parah lagi di dunia ini untuk menghabisi nyawanya sendiri, tingkatan parah yang tidak bisa terbayangkan dalam bergai kadar dan bentuk we are all suffering. Meski pun yaah hahahaha dunia ini tidak adil at least menurut standar manusia biasa.

Karena barusan saya habis nonton 30an menit pidato Zuckerberg di Harvard dengan kuota telkomsel yang begitu berkesan di benak dan di kuota, saya merasa diingatkan kembali dengan konsep higer purpose, tujuan yang mulia yang lebih tinggi. Mungkin di agama seperti agama saya ya orang-orang akan langsung ingat ayat tentang wama khalaktul itu. Bahwa hidup ini begitu mulia.

Iklan

3 pemikiran pada “Jangan Mati Dulu

  1. Karena kalau sudah buta, butuh 5 menit saja untuk khilaf dan merasa sia untuk hidup.

    Dan aku sering kesal dgn bully yang gampang bilang..mati aja lo.

    Butuh keberanian atau titik jatuh paling bawah buat seseorang gak mikir sakitnya bunuh diri dan memilih mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s