Edisi Gak Bisa Tidur Di Akhir Ramadhan, Sebuah Renungan

Suara-suara hilang, lelah letih melengket pada bantal

Mata tak bisa diajak lenyap dalam keheningan, kepala tak henti-hentinya denyutkan sandiwara jiwa

Antara ideal dan kenyataan, ia berbaring tengkurap dan mulai meraba-raba keyboard

Ada dimanakah keharusan berhenti

Sehingga pelik, sehingga juga hilang dalam syair-syair kekacauan

Bertanya tentang hari kemarin, menjawab masa depan tanpa mesin waktu dan memori yang lengkap serta reka-reka yang luput lemah

Maka munculah satu demi satu gambar yang berisikan awal dan akhir di titik-titik ketidakmampuan untuk menyimak

Semua indera yang hanya bisa melongo tak merespon akhirnya memberikan kedunguan abadi

Malam pun bercerita tentang bagaimana ia meninggalkan sore tadi dan hendak berjumpa subuh nanti

Bahwa sekejap mata pun perlu terhitung, apalagi berpindah-pindah emosi itu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s