Ketika Israel Menjadi Goliath

Ilustrasi : Businessinsider

Saat membuat tulisan ini saya tidak sedang mengiayakan apa yang ditulis dalam sebuah buku yang judulnya kurang lebih sama dalam bagaimana para penulis buku itu memaknai berbagai pencapain negara Israel. Yes, faktanya adalah Israel berhasil dalam berbagai hal. Mereka menjadi salah satu negara dengan teknologi militer tercanggih di dunia yang awalnya hanya dibantu Inggris dan kemudian Amerika, kini mereka menjadi eksportir senjata dan rumornya sih punya NUKE. Israel merupakan satu-satunya negara demokrasi yang paling maju di Timur Tengah dengan perusahaan-perusahaan teknologinya yang sekelas Silicon Valley, juga keberhasilan mereka menyuburkan kembali gurun-gurun pasir, surplus air bersih dan banyak lagi pencapaian lain.

Sementara itu, saudara dekat mereka secara genetics yaitu (Arab) Palestinian yang tinggal tidak begitu jauh dari pemukiman-pemukiman mereka berada dalam kondisi yang teramat berbeda. Meski pun sebenarnya di Israel sendiri terdapat orang Arab Palestina dalam jumlah yang signifikan namun tentu saja mereka berbeda dengan warga negara Palestina.

Warga Palestina baik yang berada di Tepi Barat maupun jalur Gaza sangat jauh dari berbagai pencapaian Israel tersebut, sampai-sampai hal-hal basic seperti air minum dan listrik pun mereka harus bergantung pada Israel. Kita bisa berdebat bahwa berbagai ketertinggalan Palestina itu akibat dari berbagai upaya Israel, tapi faktanya adalah Palestina tertinggal.

Sehingga dengan kondisi yang seperti itu dengan mudahnya kita dapat membuat persamaan dengan figur familiar yang dikisahkan ajaran Abrahamic yaitu Goliath dan David dalam bentuk dua negara yaitu Israel dan Palestina. Terlepas dari berbagai analisis yang mencoba mereka-reka bagaimana sebenarnya kedua figur itu jika tanpa berbagai mitos yang membungkusnya seperti kemungkinan bahwa Goliath sebenarnya punya kelainan sehingga tubuhnya menjadi tinggi tapi sebenarnya lemah sehingga mudah saja dikalahkan.

Jika mengambil persamaan tersebut maka esensi kekalahan Israel, sama seperti Goliath adalah pada diri mereka sendiri. Lihat saja berita mengenai pemgambilalihan secara paksa rumah-rumah warga Palestina untuk dijadikan pemukiman dan berbagai kebijakan diskriminatif-profokatif serta berbagai kebijakan lain yang menunjukan konservatis kanan semakin menjadi-jadi di sana.

Bayangkan saja, koalisi negara-negara Arab saja berhasil dikupul mundur berkali-kali oleh Israel apalagi cuma roket-roket recehan Hamas. Bisa hancur lebur Hamas bahkan Gaza bisa dihapus dari map oleh Israel. Dengan segala keterbatasan yang mereka alami dan mungkin mereka buat-buat sendiri seperti roket-roket buatan Hamas yang ditembakkan dari sekolah dst, maka David yang kecil itu nampaknya tidak akan muncul dari tanah Palestina.

Namun, sejak terbentuknya negara Israel tahun 1948 munculah satu komunitas baru yang telah kehilangan tanah air mereka yaitu diaspora nya Palestina. Mereka yang tinggal di negara-negara Arab maupun Eropa dan diseantero dunia termasuk di Amerika Serikat. Jika mereka berhasil seperti diaspora Israel di Eropa dan Amerika, maka mereka bisa memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap tanah air mereka. Sama seperti apa yang telah dicapai diaspora Israel diseluruh dunia utamanya di Amerika Serikat yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan negara tersebut terhadap Israel.

Mungkin terlalu kacau jika membayangkan suatu saat nanti orang-orang Palestina itu akan perang dengan Israel, perang cyber atau perang ekonomi dengan boikot-boikotan. Tapi lebih dari itu sebenarnya, sang David itu harus membuktikan pada dunia kalau mereka bisa bangkit dan menjadi bangsa yang jauh lebih baik dari saat ini. Bagian dari bangsa Arab yang tidak lagi dirundung konflik, yang terdidik dan berpikiran terbuka, yang maju secara ekonomi tanpa sumberdaya alam yang melimpah pokoknya persis seperti apa yang dimiliki Israel saat ini.

Ilustrasi : Vox

Mereka harus mendukung anak-anak mereka menjadi intelektual, ilmuan, pebisnis dst bukan tukang lempar batu ke tank Israel. Termasuk pula menjauhakan mereka dari pengaruh jihadis Hamas dan setara Ikhwanul Muslimin lain yang sukanya politik melulu atau kalau tidak berkutik malah bikin gaduh dengan aksis terorisme. Sehingga musuh utama warga Palestina adalah ketertinggalan mereka sendiri dan kemenangan mereka nantinya bisa seperti kemengan Israel saat ini.

Iklan

6 pemikiran pada “Ketika Israel Menjadi Goliath

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s