Menahan

Menahan itu bak dam besar, mengumpulkan aliran yang biasanya bebas saja lewat, lalu memuntahkannya dengan pasti sedikit-demi sedikit, pada baja-baja besar yang menghasilkan lampu, pula menjadi sumber penghapus dahaga orang sekota, mengandung ribuan karamba dipermukannya

Menahan itu bak jangkar, tidaklah sebesar kapal, tapi sungguh ia tidak akan membiarkan, sehingga ombak tersipu malu lari kepantai, menceritakan pada pasir bahwa ada seutas tali dan segenggam besi

Menahan itu pekerjaan luar biasa, belajarnya setiap saat, ujiannya tak terhingga, materinya bervariasi, hanya yang menahan yang bisa

Iklan

Where Are You? Busy Enjoying The Moment

They ask where are you

While you are not disappearing let alone want to be lost

What they cannot find are your posts from their screens

You just stay away for a while

Look to the open sky above pretending like a telescope wondering about how small

Wash pile of clothes that are wrestling with each other in the smell and then smile after that

Clean up the corners that only been a silent witness to our dramas

Visit neighbors next door to exchange our respective life stories not only fake smiles like usual

Collect sea glasses that have been crushed by the waves on the beach bring em home for decoration

Eat from my own barely eatable cooking while relaxing from the process

Chill seaking too

Sair

Sebagai debu diatas permukaan
Hidupmu telah menjadi rapuh
Akan hembusan kehidupan
Yang selalu saja datang mengetuk
Memberi salam pada keinginanmu
Karena yang kau ucapkan pada dunia
Dan yang kau bisikan pada dirimu sendiri beda
Setiap badai menerjang
Kau menjadi bagian darinya
Meskipun tidak menggores atau merobohkan
Tapi sebagai debu kau bisa merasakan
Ada amarah maha dahsyat di sana
Yang menjualang tinggi kelangit
Namun ketika hening binasalah dirinya sendiri
Meskipun orang memberikannya nama
Apalah sebutan tanpa kesan indah
Mungkin kau adalah serpihan gunung
Yang mengakar kebumi dan menemboki daratan
Apalah daya serpihan kecil
Kecuali menatap kelangit luas dan membatin
Meracaukan kalimat-kalimat dalam malam

Menyengat Lebah

Sore itu

Bersama sebaya di riang-riang gemirang masa polos

Kami lewat satu pagar

Di persimpangan jalan

Yang kehilangan manusia

Segumpal mahluk kecil

Tengah bekerjasama

Menyulam dalam harmoni

Mengundang rasa ingin

Maka kami mendekat

Tak sampai mendekap

Hanya melempar kerikil

Berharap keajaiban datang

Terbang

Itulah sepenggal kisah

Mengenai bengkak di wajah besoknya

The Problematic Aku

The one yang you saw shy shy kucing, tersipu, lari away dari tamu just because meh no people please and at the end of the day wondering mengapa why, mangap-mangap merasa kesepian

The one yang marah marah marah, like always, habis itu nyesel because yaiyalah

The one yang serius as serious as robot, larut menghabiskan all his energi and then just lose it all

The one yang kurang ngaca, as if he itu flawless, trus in front of the mirror senyum sendiri, yes I’m a bit evil

The one yang makan apa saja, termasuk placeses

The one yang punya sejuta mimpi, sehingga berat bangun in the morning, terasa like nempel to the kasur, almost giving up already but as he recount sih kayaknya everyday deh like dis

The one yang suka inappropriately ketawa termehek-mehek di tempat yang ga pas, his wajah expression, no control !

yang mana lagi? 

Maka yang mana lagi

Yang itu yang aku inginkan dan kau tak beri

Maka yang mana lagi

Yang ini yang tak kuinginkan dan kau beri

Maka yang mana lagi

Yang kuinginkan dan kau beri

Maka yang mana lagi

Yang lain yang seharusnya aku inginkan dan seharusnya kau beri

Maka yang mana lagi

Yang dustakan