Review Pilm : Love of My Life

Cinta itu rumit ternyata. Begitulah kesan yang akan kalian dapatkan ketika menonton film yang satu ini. Sungguh, sungguh rumit  hahaha.

Bagaimana tidak, hubungan yang komplikatif antara lima orang, bukan dua atau tiga di usia matang mereka menjadikan kita bertanya-tanya. Who is the love of ours life.

Tokoh utama film ini sebenarnya adalah sang wanita, seorang arsitek sukses, dengan suami yang penyayang dan seorang anak perempuan. Di awal film yang terjadi adalah hal yang seperti biasa di film-film lain, si aktor utamanya kena penyakit di kepala yang kemungkinan berhasil operasinya fifty-fifty.

Kemudian semuanya tersingkap satu persatu. Anaknya bukan cuma satu ternyata, tapi dua dengan dua ayah yang berbeda. Suami keduanya yang lugu dan lucu merupakan seorang professor di comunity college (politeknik) sedangkan suami pertamanya merupakan seorang penulis novel terkenal (at least dalam film itu).

Perceraiannya yang pertama terjadi ketika ia mendapati suami yang ia nikahi ketika keduanya masih sama-sama muda, selingkuh dengan seorang wanita lain. Padahal waktu itu ia sedang hamil anak pertamanya. Sang selingkuhan sih akhirnya jadi istri kedua suami pertamanya. Mereka tidak mempermasalahkan hak asuh anak dan sepertinya anak perempuan mereka tinggal bersama ayahnya dan sang suami tidak punya anak lagi bersama istri barunya. Mereka keliatannya masih menjaga kontak, namun tentu saja ia kecewa berat dengan suami pertamanya.

Suami keduanya ? Hmm yaah itu lah, dia lugu dan polos. Dengan suami keduanya ini ia punya satu anak perempuan yang setelah dewasa akhirnya memutuskan untuk menjadi aktivis namun struggling dalam kehidupan romantisnya, just like her older step sister.

Tanpa sengaja, setelah mendengar kabar dari dokter suami keduanya yang lagi gugup memberi tahu ke anak mereka bahwa ibunya akan dioperasi dst, padahal ia sendiri tidak ingin hal tersebut dibesar-besarkan. All of a sudden, si bungsu ngasih tau ke kakak tirinya yang tinggal bersama ayahnya di Eropa, dia datang ke rumah ibunya (di Kanada karena ini film Kanada) dan tiba-tiba ada mantan suaminya yang ikutan, disusul istri mantan suaminya.

Yang terjadi adalah shock, tentu saja. Siapa sih yang tidak akan shock kalau dapat berita bahwa dia mungkin saja bisa mati dalam beberapa hari kedepan sementara masalah dari masa lalunya tiba-tiba mengetuk pintu jiwanya lagi.

Sementara semua itu terjadi, ia masih saja pergi ke kantor untuk presentasi proyek dan mengerjakan tugas-tugas kantornya. Dan ada lagi satu, atasannya yang ternyata selama ini menyimpan rasa padanya. Hingga, suatu hari dengan semua kegaduhan itu mereka entah bagaimana bertemu di kedai kopi dekat rumahnya.

Sebenarnya, dalam hati si arsitek ini masih mencintai suami pertamanya. Dan karena merasa bosan, suami keduanya and istri suami pertamanya entah bagaimana having sex di rumahnya sendiri. Ketahuan dan akhirnya si istri suami pertamanya itu mengaku kalau ia melakukan itu untuk ngetes suami keduanya.

Akhirnya operasi berhasil dan salah satu mimpi besarnya adalah membangun sebuah bangunan untuk dirinya sendiri di dekat pantai pun berhasil dibangun. Ia kembali dengan suami pertamanya dan kedua anaknya mendukung penuh keputusannya tersebut.

Oh iya, film ini agak kurang terkenal sih dan latar tempatnya relatif monoton, cukup membosankan sebenarnya. Tapi seperti judulnya, kita jadi terpanggil untuk bertanya-tanya, who ?

Iklan